Waspada! 5 Modus Penipuan Online yang Paling Sering Mengincar PMI di Taiwan
2. Investasi Bodong dan Arisan Fiktif
Iklan investasi yang menawarkan keuntungan tidak masuk akal (misalnya: *profit* 30% dalam seminggu) sangat marak di grup-grup Facebook PMI. Pelaku seringkali mengaku sebagai *trader* sukses, agen kripto, atau bandar arisan *online*. Mereka bahkan sering memamerkan bukti transfer palsu (testimoni) untuk meyakinkan korban.
Sistem ini biasanya menggunakan skema Ponzi. Pada awal bergabung, korban mungkin benar-benar menerima "keuntungan" kecil agar semakin percaya dan menyetor modal yang lebih besar. Setelah dana yang terkumpul cukup banyak, grup WhatsApp akan dibubarkan dan adminnya kabur membawa kabur seluruh uang arisan atau investasi para PMI.
3. Penipuan Jual Beli Akun dan Rekening Bank
Banyak PMI yang tergiur saat ada pihak yang ingin "menyewa" atau "membeli" buku rekening pos atau kartu ATM Taiwan mereka dengan harga tinggi sebelum mereka *finish* kontrak dan pulang ke Indonesia.
Ini adalah tindakan yang sangat berbahaya! Rekening Anda akan digunakan oleh sindikat penipuan lokal Taiwan untuk menampung uang hasil kejahatan pencucian uang (*money laundering*). Saat pihak kepolisian melacak aliran dana tersebut, nama Anda sebagai pemilik rekening yang akan menjadi tersangka utama, yang bisa berujung pada penahanan dan daftar hitam (*blacklist*) dari imigrasi Taiwan.